Rumus Simple Present Tense! Basic Grammar Wajib Dipahami Terlebih Dulu

Basic Grammar atau tata penulisan bahasa di bahasa inggris sebenarnya berawal dari tenses sederhana. Yang paling utama sebenarnya memahami rumus simple present tense. Apa sih yang dimaksud dengan present tense tersebut? Kalau diartikan sih kalimat sekarang, atau kalimat untuk kejadian yang berjalan secara rutin, teratur, atau biasa di masa kini. Biar lebih paham, simak rumus ini.

Penggunaan present tense

Seperti namanya, maka kalimat ini digunakan untuk menceritakan suatu peristiwa sesuai fakta. Pasalnya, tenses ini adalah yang paling sering digunakan setiap hari dan dibuat dengan rumus yang paling sederhana. Rumusnya kurang lebih sama dengan bahasa Indonesia, SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan).

SPOK ini jika ditulis sesuai grammar maka akan menjadi S + P + C, atau subjek, predikat, dan complement (pelengkap). Predikat adalah kata kerja atau verb. Yang mana ditulis dengan bentuk paling dasar, yaitu verb 1 atau kata kerja bentuk pertama. Tapi karena subjek atau pelaku bisa saja satu atau lebih, maka bentuknya akan berubah dengan atau tanpa -s / -es.

Nominal Atau Verbal?

Sebelum masuk ke rumus, pahami dulu apakah sebuah kalimat itu masuk dalam kategori nominal atau verbal. Apa bedanya? Kalimat simple present tense yang biasanya digunakan dengan V1 s/es masuk dalam kategori verbal. Pasalnya, kalimat tersebut menggunakan kata kerja yang dijalankan pada waktu tersebut.

Berbeda lagi dengan nominal. Nominal adalah kalimat yang subjeknya diikuti dengan non kata kerja. Bisa saja kata sifat atau informasi, sehingga kata kerja yang digunakan pun berganti menjadi auxiliary verb atau to be (kata kerja bantu). Contoh paling mudahnya adalah menggunakan Am, are, dan is. Rumusnya kurang lebih adalah subjek + To be + complement.

Sebagai contoh kalimat nominal, kalimat present tense bisa digunakan untuk menyampaikan informasi berisi kata non kerja, bisa saja sifat atau keterangan. Contohnya adalah ” I am a banker” (saya adalah pekerja bank). Saat negatif, menjadi “I am not a banker”. Dan pertanyaan adalah “Am I a banker?”.

Rumus Kalimat Positif

Untuk rumus dasarnya, sebenarnya menggunakan formula dasar SPOK atau Subjek verb dan pelengkap. Kuncinya adalah mengenali apakah menggunakan nominal atau verbal. Jadi bisa memberikan verb yang benar. Menariknya, kalimat positif untuk tenses ini biasanya didesain untuk menjelaskan keadaan yang sedang dilakukan atau sedang berjalan.

Contohnya adalah S + V1 (s/es) + complement. Verb 1 tanpa s/es digunakan untuk subjek atau pelaku lebih dari satu, seperti you, they, we, dan us. Sedangkan untuk He, she, dan It (tunggal atau orang ke 3), maka ditambahkan s atau es. Bagaimana dengan “I”? maka menggunakan verb 1 tanpa S/es. Contohnya, I eat pecel, they eat pecel, atau he eats pecel.

Kapan harus menambahkan -s, -es, atau -ies? Kunci untuk jawabannya ada di akhiran setiap verb. Jika akhiran kata kerja adalah -sh, ch, s, z, atau x, maka akhirannya adalah -es. Contohnya washes, buzzes, fixes Jika akhirannya adalah konsonan dan Y, maka akhirnya adalah -ies (contohnya studies). Jika akhiran vokal+y, maka pakai -s (buys). Jika akhiran o, maka pakai -s atau -es.

Rumus Kalimat Negatif

Untuk kalimat negatif, rumusnya kurang lebih sama dengan yang positif. Tapi ada tambahan do/does sebagai auxiliary yang dinegatifkan. Jadinya do not dan does not. Do digunakan untuk subjek ganda atau lebih dari satu, sedangkan does digunakan untuk subjek singular atau satu dan orang ketiga. Jadi does cocok untuk he, she, dan it.

Sedangkan You dan I termasuk menggunakan do. Agar menjadi kalimat negatif, rumusnya menggunakan Subjek + do / does (not) + verb 1 + complement. Yang jadi perhatian adalah aturan menggunakan atau kembali ke bentuk verb 1 awal setelah ada kata do dan does (baik positif atau negatif). Jadi jangan pakai penambahan -es.

Sebagai contoh, gunakan kata yang mudah seperti study dan subjeknya adalah he. Untuk kalimat positif, maka menjadi “he studies math”. Tapi saat menjadi negatif, maka menjadi “he does not (doesn’t) study math”. Untuk subjek tunggal seperti you, maka akan menjadi “you study math” dan “you don’t study math”.

Rumus Kalimat Pertanyaan

  1. Pola Pertanyaan Yes or no

Di pola pertanyaan dasar, maka akan menggunakan kata auxiliary “do/does”. Aturan penulisan ini bisa dikatakan cukup unik dan berbeda dengan Indonesia. Pasalnya posisi SPOK akan terbalik. Untuk itu, perlu dipahami tatanan kata di bahasa Inggris sesuai grammar. Menariknya, di pertanyaan yes or no jawabannya pun akan sama menggunakan “do/does”.

Aturan dan formula kalimat pertanyaan adalah Do/does + verb 1 + complement + ?. Contohnya adalah “Do you study?” (apakah kamu belajar?) atau “Does she study?” (apakah dia belajar?). Bisa dilihat jika aturan penggunaan do dan does masih tetap ada. Yang berbeda hanyalah posisi Do atau does ada di bagian depan.

Bagaimana dengan jawabannya? Perlu ditambahkan kata yes / no terlebih dahulu. Kemudian, diikuti dengan subjek dan do/does. Jadi rumusnya: Yes/No, Subject + do/does. Jadi tinggal menyesuaikan apakah positif atau negatif, menjadi do atau don’t.  Selain itu, bisa juga menggunakan does untuk pronoun he, she, atau it. Menjadi Does atau does not.

  1. Pola Pertanyaan WH

Pertanyaan WH atau what, who, when, where, why, dan how, adalah bagian dari rumus  simple present tense. Pada dasarnya, aturannya tidak terlalu jauh dari model tulisan pertanyaan sebelumnya. Pasalnya, posisi dan penataannya sama. Yakni Do ada di depan setelah kata tanya WH, kemudian diikuti dengan subjek dan verb 1nya.

Contohnya adalah “what do you study?” maka jawabannya adalah, “I study math”. Pertanyaan lainnya kurang lebih sama. Bisa saja menjadi “When does he study?”, “why do you study?”, “how do you study?”, “who do you study with?”, dan “where do you study?”. Perlu diingat jika do dan does harus dan akan selalu diikuti dengan bentuk awal verb / verb 1.

Penambahan Keterangan Waktu

Ada yang menarik dan akan membuat rumus simple tense lebih lengkap, yakni keterangan waktu. Keterangan ini menjadi salah satu ciri khas dari simple tense, karena memberi detail akan frekuensi dan kondisi akan aktivitas yang dilakukan. Beberapa contoh kata keterangan waktu tersebut adalah, always, seldom, often, usually, everyday, every week, never, dan lain lain.

Fungsi dari tense tersebut

Simple tense punya beberapa fungsi atau kemungkinan. Mulai dari menyampaikan kebenaran umum, aktivitas sehari hari, mengekspresikan emosi dan rasa, membicarakan aktivitas di waktu dekat, dan menyatakan instruksi atau perintah. Meski berbeda, rumusnya tetap sama!. Apakah ada model kalimat bahasa inggris lainnya? cek detail lainnya di Visitpare.com.

Penggunaan present tense menjadi salah satu dasar dari grammar yang wajib dipahami. Jenis tense ini akan sering digunakan. Beruntungnya, tense ini adalah salah satu yang paling mudah diingat. Kuncinya adalah penggunaan SPOK atau Subjek + predikat (verb 1 (s/es) atau auxiliary verb (to be) + complement. Setelah itu bisa disesuaikan dengan jenis kalimatnya.